Wednesday, 6 April 2016

SEJARAH PERKAPALAN TITANIC


Kapal Titanic pada tahun 1912

Tenggelamnya kapal Titanic

Pada tahun 1912, terjadi tragedi yang begitu mengguncang dunia, sebanyak 1500 orang lebih diketahui menjadi korban tragedi yang kala itu terjadi di samudra atlantik. Titanic, sebuah kapal megah yang sangat popular di zamannya, harus rela menjadi tumpukan besi didasar laut setelah tak dapat menghindari tabrakan dengan gunung es. Di dirikan oleh White Star Line, kapal ini seolah menjadi saksi kunci, musibah yang terjadi pada tanggal 14 April tersebut.

Awal Mula

Awalnya, Titanic di rancang untuk menyaingi dua kapal mewah yang lebih dahulu ada, yakni Lusitania dan Mauretania keluaran Cunard Line. Proses pembangunan yang dimulai sejak 31 Maret 1909 hingga 31 Maret 1912, membuat Titanic sangat begitu dinantikan kemunculannya oleh berbagai lapisan masyarakat. Dengan panjang sekitar 269 meter dengan lebar 28 meter, Titanic mampu menampung sebanyak 3.500 penumpang, termasuk para awak kapal. Dilengkapi pemandian khas Turki, ruangan olahraga, fasilitas kolam renang, sasana squash, perpustakaan, dan juga tempat ibadah, tak heran Titanic berhasil meraih gelar sebagai kapal termewah, yang bahkan digadang-gadang takkan bisa tenggelam kala itu.

Pelayaran Perdana
10 April 1912, menjadi hari yang begitu bahagia bagi penumpang Titanic yang ingin bertolak dari Southampton, Inggris, menuju New York, Amerika Serikat. Memulai pelayarannya pada siang hari, ribuan penumpang menjadi saksi megahnya kapal ini. Riuh tawa dari para penumpang, seolah menggambarkan kepuasan atas kemewahan yang disuguhkan kapal Titanic. Setelah singgah di Queenstown pada tanggal 11 April untuk mengangkut beberapa penumpang tambahan, Titanic memulai pelayarannya pada siang hari, untuk menuju New York.
Kronologi Tenggelamnya Kapal Titanic

Empat hari berlayar, saat itu, Minggu 14 April 1912, Titanic menjangkau jarak ribuan kilometer, membelah laut atlantik tanpa hambatan yang berarti. Namun, keadaan berubah ketika minggu malam, pada pukul 23.40 kapal megah tersebut menghentam gunung ais, yang sebelumnya beberapa kali telah diperingatkan oleh kapal-kapal lainnya.

Saat itu juga, gelar Titanic sebagai kapal yang takkan tenggelam terbantahkan. Nyatanya, setelah menabrak gunung es dengan kecepatan 21 knot, lambung kapal Titanic robek, hingga menyebabkan banyaknya volume air yang masuk kedalam kapal. Lima dari enam belas pintu kedap air yang saat itu terbuka, juga menjadi penyebab cepatnya air mengalir masuk kedalam kapal mewah tersebut. Perlahan namun pasti kapal beserta para penumpang mulai menghadapi ajalnya.

Anehnya, kabar mengenai air yang mulai memasuki kapal, dianggap sebagai berita palsu oleh para penumpang, yang terkesima dengan gelar Titanic sebagai kapal yang tak mungkin tenggelam. Namun, kegaduhan mulai terjadi, ketika kapal terbelah dua dan perlahan tenggelam. Penumpang yang seakan belum siap hanya berhamburan mencari pertolongan sebisanya dengan menuju sekoci penyelamat. Awak kapal yang belum terlatih secara baik, juga menjadi penyebab lambatnya proses evakuasi penumpang. Namun, satu hal yang jadi perhatian, adalah perintah untuk mendahulukan anak-anak dan wanita begitu dipatuhi saat itu.


Kapal Titanic tenggelam


Mangsa-mangsa yang berjaya menyelamatkan diri


Kapten-kapten yang bertanggungjawab mengendalikan kapal Titanic


Yang disayangkan dari kejadian Titanic ini, sekoci penyelamat tidak difungsikan secara maksimal dalam mengangkut penumpang. Pasalnya, sekoci yang dapat mengangkut 65 penumpang, hanya diisi setengahnya saja, dengan alasan yang tidak jelas, sehingga dikatakan proses penyelamatan berjalan sangat buruk. Sinyal darurat terus dikirimkan dari kapal Titanic, meminta bantuan kapal yang berada di dekatnya. Sayang, cepatnya aliran air yang masuk, menenggelamkan kapal Titanic beserta seluruh awak dan penumpangnya yang berjumlah lebih dari 1500 orang.

Tugu peringatan kapal Titanic

Tugu peringatan serta museum juga ramai dibangun untuk memperingati peristiwa Titanic. Beberapa diantaranya seperti Titanic Historical Society merupakan tempat dimana barang-barang peninggalan dari kapal Titanic di simpan untuk kemudian dijadikan properti sejarah. Paling baru ialah Titanic Belfast, yang diresmikan 2012 silam, yakni sebuah tempat wisata yang dibangun pada lahan bekas Titanic dibangun pertama kali. Arsitektur dari Titanic Belfast sendiri menyerupai Titanic, dengan model lambung raksasa kapal tersebut. Cerita mengenai kapal Titanic tentunya tak akan habis dimakan usia, begitu banyak sejarah serta pengetahuan dari kisah kapal Titanic ini. Semoga bermanfaat.

Orang-orang yang bertanggungjawab mengendalikan kapal Titanic
(kiri: gambar pelakon, kanan: gambar asal)

1. Captain Edward James Smith


Captain Edward James Smith lahir 27 Januari 1850 di Hanley, Stoke-on-Trent, Inggris. Meninggal: 15 April 1912, Samudera Atlantik (bencana Titanic).
Diperankan oleh Bernard Hill lahir 17 Desember 1944 di Manchester, Inggris, Britania Raya.






2. Molly Brown


 Margaret “Molly” Brown lahir 18 Juli 1867 di Hannibal, Missouri. Meninggal: 26 Oktober 1932 Barbizon Hotel, New York City (tumor otak).
Diperankan oleh Kathy Bates lahir 28 Juni 1948 di Memphis, Tennessee, AS.




3. John Jacob Astor

John Jacob Astor lahir 13 Juli 1864 di Rhinebeck, New York. Meninggal: 15 April 1912 Samudera Atlantik (bencana Titanic).
Diperankan oleh Eric Braeden lahir 3 April 1941 di Kiel, Jerman.
4. Thomas Andrews
Thomas Andrews Born lahir 7 Februari 1873 di Comber, County Down, Irlandia. Meninggal: 15 April 1912 Samudera Atlantik (bencana Titanic).
Diperankan oleh Victor Garber lahir 16 Maret 1949 di London, Ontario, Kanada.
5. Bruce Ismay

Bruce Ismay lahir 12 Desember 1862 di Crosby, Merseyside, Inggris. Meninggal: 15 Oktober 1937 Liverpool, Inggris (cerebral thrombosis).
Diperankan oleh Jonathan Hyde lahir 21 Mei 1947 di Brisbane, Australia.
 
Kisah tenggelamnya kapal Titanic dalam Al-Quran

Firman Allah Yang bermaksud:
“Demi sesungguhnya, kisah Nabi-nabi itu mengandungi pelajaran yang mendatangkan iktibar bagi orang-orang yang mempunyai akal fikiran. (Kisah Nabi-nabi yang terkandung dalam Al-Quran) ia bukanlah cerita-cerita yang diada-adakan, tetapi ia mengesahkan apa yang tersebut di dalam Kitab-kitab agama yang terdahulu daripadanya dan ia sebagai keterangan yang menjelaskan tiap-tiap sesuatu, serta menjadi hidayah petunjuk dan rahmat bagi kaum yang (mahu) beriman”.



                                          
 Keadaan kapal Titanic sebelum tenggelam

Rujukan

- http://www.beranda.co.id/sejarah-hari-ini-tenggelamnya-kapal-titanic-1912-silam/11822/
- https://catatancintaabi.wordpress.com/2013/04/25/kisah-tenggelamnya-kapal-titanic-dalam-alquran/
- https://ms.wikipedia.org/wiki/RMS_Titanic

Kesimpulan

Kesimpulannya, kemalangan tersebut turut mendorong kepada Persidangan Antarabangsa di London, pada 12 November 1913. Pada 20 Januari 1915, persetujuan ditandatangani oleh persidangan tersebut dan menghasilkan penubuhan dan pembiayaan antarabangsa Peronda Ais Antarabangsa - (International Ice Patrol), agensi Pegawai Persisiran Amerika Syarikat yang sehingga hari ini memantau dan melaporkan lokasi aisberg Lautan Atlantik yang boleh menjadi ancaman kepada laluan laut yang merentasi Atlantik. Ia turut dipersetujui dalam peraturan baru bahawa semua kapal penumpang perlu mempunyai bot penyelamat yang mencukupi bagi semua orang di atas kapal, dan latihan keselamatan yang bersesuaian dilakukan, dan semua komunikasi radio dikendalikan 24 jam sehari bersama punca kuasa kedua, agar tidak terlepas panggilan kecemasan. Sebagai tambahan, telah dipersetujui bahawa tembakan roket merah daripada kapal mestilah dianggap sebagai isyarat kecemasan.


 
 
 

SEJARAH PERKAPALAN NABI NUH AS.





NABI NUH
Sejarah merakamkan, banjir besar melanda dunia dan ketika itu golongan beriman diselamatkan di dalam sebuah bahtera.

Setelah banjir surut, bahtera itu terdampar di sebuah bukit.

Al-quran dengan jelas menyatakan peristiwa banjir besar itu pernah berlaku dalam Surah Al Qamar ayat 11 – 13 yang bermaksud : Maka Kami bukakan pintu-pintu langit, dengan menurunkan hujan yang mencurah-curah. Dan Kami jadikan bumi memancarkan mataair-mataair (di sana sini), lalu bertemulah air (langit dan bumi) itu untuk (melakukan) satu perkara yang telah ditetapkan. Dan Kami bawa naik Nabi Nuh (beserta pengikut- pengikutnya) di atas (bahtera yang dibina) dari keping- keping papan dan paku.

Banjir besar yang dimaksudkan itu berlaku di zaman nabi Nuh a.s. dan bahtera tersebut dibina dengan pengawasan dan petunjuk daripada Allah s.w.t.

Setelah banjir surut, ahli arkeologi barat percaya, bahtera nabi Nuh a.s. tersadai di banjaran Ararat, Turki.
Kesan bahtera itu masih jelas kelihatan... ia seolah-olah sebuah bahtera yang amat besar pernah dicipta. Bahtera itu membawa nabi Nuh a.s., pengikut Baginda yang beriman dan haiwan ternakan.

Makam Nabi Nuh Di Karak, Beirut, Lubnan

Firman Allah dalam surah Al-Ankabut ayat 14 bermaksud : Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nabi Nuh kepada kaumnya, maka tinggallah dia di kalangan mereka selama sembilan ratus lima puluh tahun; akhirnya mereka yang zalim dibinasakan oleh taufan.

pada tahun 2003, satu lagi makam nabi Nuh a.s. ditemui kru Jejak Rasul di Cizre, Turki. Baginda wafat setelah golongan yang menentang baginda dihapuskan Allah s.w.t




Banjir besar yang dimaksudkan itu berlaku di zaman nabi Nuh a.s. dan bahtera tersebut dibina dengan pengawasan dan petunjuk daripada Allah s.w.t.

Setelah banjir surut, ahli arkeologi barat percaya, bahtera nabi Nuh a.s. tersadai di banjaran Ararat, Turki.













Kesan bahtera itu masih jelas kelihatan... ia seolah-olah sebuah bahtera yang amat besar pernah dicipta. Bahtera itu membawa nabi Nuh a.s., pengikut Baginda yang beriman dan haiwan ternakan.

Makam Nabi Nuh Di Karak, Beirut, Lubnan

Firman Allah dalam surah Al-Ankabut ayat 14 bermaksud : Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nabi Nuh kepada kaumnya, maka tinggallah dia di kalangan mereka selama sembilan ratus lima puluh tahun; akhirnya mereka yang zalim dibinasakan oleh taufan.

Pada tahun 1996, Kru jejak rasul menziarahi makam yang dikatakan milik Nabi Nuh a.s. di Beirut, Lubnan.













Sementara itu pada tahun 2003, satu lagi makam nabi Nuh a.s. ditemui kru Jejak Rasul di Cizre, Turki. Baginda wafat setelah golongan yang menentang baginda dihapuskan Allah s.w.t.

Makam Nabi Nuh Di Cizre
Dalam ssurah Nuh ayat 26, nabi Nuh berdoa : Wahai Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun dari orang-orang kafir itu hidup di muka bumi.

Banjir Nuh disebutkan dalam banyak ayat di dalam al-Qur’an. Di bawah ini ialah  ayat-ayat yang disusun berdasarkan urut-urutan peristiwa banjir tersebut:

Nabi Nuh Menyeru Kaumnya pada Agama Kebenaran
  • Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnyalalu ia berkata: “Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selainNya”.
  • Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat)”. (Al-A’raf: 59)
  • Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. (QS. Asy-Syuara’: 107-110)
  • Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya. Lalu ia berkata “Hai kaumku, sembahlah oleh kamu Allah, (karena) sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa (kepadaNya)?”. (QS. Al-Mukminun: 23)

Peringatan Nabi Nuh kepada kaumnya untuk Menghindari Hukuman dari Allah :
  • Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya (dengan memerintahkan): “Berilah kaummu peringatan sebelum datang kepadanya azab yang pedih”(QS. Nuh: 1)
  • Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakannya dan yang akan ditimpa azab yang kekal. (QS. Hud:39)
  • Agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku khawatir kamu akan  ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan. (QS. Hud: 26)
Penolakan kaum Nabi Nuh
  • Pemuka-pemuka dari kaumnya berkata: “Sesungguhnya kami memandang kamu berada dalam kesesatan yang nyata”. (QS. Al-A’raf: 60)Mereka berkata: “Hai Nuh sesungguhnya kamu telah berbantah dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar. (QS. Hud: 32)
  • Dan mulailah Nuh membuat bahtera . Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan melewati Nuh, mereka mengejeknya. Berkata Nuh: “Jika kamu mengejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagaimana kamu sekalian mengejek (kami). (QS. Hud: 38)
  • Maka pemuka-pemuka orang yang kafir di antara kaumnya menjawab: “Orang ini tidak lain hanyalah manusia seperti kamu , yang bermaksud hendak menjadi seorang yang lebih tinggi dari kamu . Dan kalau Allah menghendaki , tentu Dia mengutus beberapa orang malaikat. Belum pernah kami mendengar seruan (seruan yang seperti) ini pada masa nenek moyang kami yang dahulu. Ia tidak lain hanyalah seorang laki-laki yang berpenyakit gila, maka tunggulah (sabarlah) terhadapnya sampai suatu waktu. (QS. Al-Mukminun: 24-25)
  • Sebelum mereka, telah mendustakan (pula) kaum Nuh maka mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan: “Dia seorang gila dan dia sudah pernah diberi ancaman”.(QS. Al-Qamar: 9)
Penghinaan terhadap para pengikut Nabi Nuh
  • Maka berkatalah pemimpin-pemimpin yang kafir dari kaumnya: “Kami tidak melihat kamu , melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu , melainkan orang-orang yang hina dina di antara kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apapun atas kami, bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta”. (QS. Hud: 27)
  • Mereka berkata: “Apakah kami akan beriman kepadamu, padahal yang mengikuti kamu ialah orang-orang yang hina?” Nuh menjawab: “Bagaimana aku mengetahui apa yang telah mereka kerjakan?”. Perhitungan (amal perbuatan) mereka tidak lain hanyalah kepada Tuhanku, kalau kamu menyadari .Dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang beriman. Aku (ini) tidak lain melainkan pemberi peringatan yang menjelaskan. (QS. Asy-Syuara’: 111-115) 
Pembuatan Kapal (Bahtera)
  • Dan buatlah bahtera itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami , dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang zalim itu, sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan. (QS. Hud: 37)
Penghancuran umat Nabi Nuh dengan cara Ditenggelamkan
  • Maka mereka mendustakan Nuh , kemudian kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera, dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya). (QS. Al-A’raf: 64).
  • Kemudian sesudah itu Kami tenggelamkan orang-orang yang tinggal. (QS. Asy-Syuara: 120)
  • Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun.Maka mereka ditimpa banjir besar , dan mereka adalah orang-orang yang zalim.(QS.Al-Ankabut:14)
Dibinasakannya Putera Nabi Nuh
  • Al-Qur’an sehubungan dengan dengan dialog yang terjadi antara Nabi Nuh dan puteranya, pada tahap-tahap awal dari terjadinya banjir mengungkapkan:
  • Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung, dan Nuh memanggil anaknya sedang anak itu berada di tempat jauh terpencil : “Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir.” Anaknya menjawab: “Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!”. Nuh berkata : “Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang”. Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya ; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan. (QS. Hud: 42-43)
Diselamatkannya Orang-Orang yang Beriman dari Banjir
  • Maka Kami selamatkan Nuh dan orang-orang yang besertanya di dalam kapal yang penuh muatan. (QS.Asy-Syuara:119).
  • Maka kami selamatkan Nuh dan penumpang-penumpang bahtera itu dan kami jadikan peristiwa itu pelajaran bagi semua umat manusia. (QS. Al-Ankabut: 15

Bentuk Fisik dari Banjir yang Terjadi
  • Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah .. Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air maka bertemulah air-air itu untuk satu urusan yang sungguh telah ditetapkan. Dan Kami angkut Nuh ke atas (bahtera) yang terbuat dari papan dan paku. (QS. Al-Qamar: 11-13)
  • Hingga apabila perintah Kami datang dan ‘dapur’(permukaan bumi yang memancarkan air hingga meneyebabkan timbulnya taufan) telah memancarkan air, Kami berfirman: “Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang telah terdahulu ketetapan terhadapnya dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman”. Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit. Dan Nuh berkata: “Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya. Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung, dan Nuh memanggil anaknya sedang anak itu berada di tempat jauh terpencil : “Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir.” .(QS. Hud: 40-42)
  • Lalu Kami wahyukan kepadanya : “Buatlah bahtera di bawah penilikan dan petunjuk Kami, maka apabila perintah Kami telah datang dan ‘tannur’ telah memancarkan air, maka masukkanlah ke dalam bahtera itu sepasang dari tiap-tiap (jenis), dan (juga) keluargamu, kecuali orang yang telah lebih dahulu ditetapkan (akan ditimpa azab) di antara mereka. Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim, karena sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.(QS. Al-Mukminun: 27)
Terdamparnya Perahu di Tempat yang Tinggi
  • Dan difirmankan: “Hai bumi tahanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah,” dan airpun disurutkan, perintah pun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: “Binasalah orang-orang yang zalim”. (QS.Hud: 44)

Kapal dan Bahtera di Laut

Allah Ta’ala menjelaskan bagaimanakah keadaan laut yang di atasnya mengapung bahtera dan kapal. Semuanya ditundukkan oleh Allah Ta’ala.
Allah Ta’ala berfirman,
وَمِنْ آَيَاتِهِ الْجَوَارِ فِي الْبَحْرِ كَالْأَعْلَامِ
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah kapal-kapal di tengah (yang berlayar) di laut seperti gunung-gunung.” (QS. Asy Syura: 32).
Lihatlah bagaimana nampaknya kapal tersebut di lautan.
وَلَهُ الْجَوَارِ الْمُنْشَآَتُ فِي الْبَحْرِ كَالْأَعْلَامِ
Dan kepunyaanNya-lah bahtera-bahtera yang tinggi layarnya di lautan laksana gunung-gunung.” (QS. Ar Rahman: 24). Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya mengatakan bahwa bahtera tersebut nampak besar seperti gunung.
Apa yang Ibnu Katsir katakan ini benar seperti yang kita saksikan di lautan saat berlayar, subhanallah. Kita akan lihat berbagai kapal yang kecil dan besar seperti gunung yang berjalan di lautan.
Dalam ayat lain juga disebutkan bagaimanakah kapal itu ditundukkan oleh Allah Ta’ala,
وَسَخَّرَ لَكُمُ الْفُلْكَ لِتَجْرِيَ فِي الْبَحْرِ بِأَمْرِهِ وَسَخَّرَ لَكُمُ الْأَنْهَارَ
Dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai.” (QS. Ibrahim: 32).
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ سَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ وَالْفُلْكَ تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِأَمْرِهِ
Apakah kamu tiada melihat bahwasanya Allah menundukkan bagimu apa yang ada di bumi dan bahtera yang berlayar di lautan dengan perintah-Nya.” (QS. Al Hajj: 65).

Pendapat para ilmuan sainstis tentang bahtera Nabi Nuh
  • Beliau ‘Alaihissalam bernama Nuh bin Lamak bin Mattusylikh bin Khanuk -beliau adalah Nabi Idris ‘Alaihissalam- bin Yard bin Mahla’il bin Qainan bin Anusy bin Syits bin Adam Abul Basyar ‘Alaihissalam. Beliau lahir 126 tahun setelah wafatnya Nabi Adam sebagaimana yang disebutkan Ibnu Jarir Ath-Thabari dan selainnya. Sementara menurut sejarah ahli kitab, jarak antara kelahiran Nuh dan kematian Adam adalah 146 tahun yaitu antara keduanya dipisahkan 10 abad. Hal ini dikuatkan oleh hadits yang diriwayatkan Al-Hafizh Ibnu Hibban, dari sahabat Abu Umamah, ia berkata bahwa seseorang bertanya kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam, “Wahai Rasul, apakah Adam itu termasuk seorang Nabi?” Beliau bersabda, “Benar.” Laki-laki itu bertanya lagi, “Berapa jarak antara Adam dengan Nuh?” Rasulullah bersabda, “10 abad.” Ibnu Hibban berkata bahwa riwayat ini sesuai syarat Imam Muslim namun ia tidak meriwayatkannya. [HR Ibnu Hibban no. 6190; Ath-Thabrani (Mu’jam Al-Kabir no. 5745); Syaikh Al-Albani menshahihkannya dalam Ash-Shahihah no. 2668].
  • Disamping itu dalam Shahih Bukhari diriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Antara Adam dan Nuh terdapat jarak 10 abad, semuanya (beragama) Islam.” [Asy-Syaikh Abdullah At-Turki, pentahqiq kitab berkata bahwa ia tidak mengetahui riwayat ini dalam Shahih Bukhari, tetapi diriwayatkan Ibnu Jarir Ath-Thabari dalam Tafsir (29/99) dari jalan Ikrimah]. Jika yang dimaksud abad disini adalah seratus tahun, maka jarak antara keduanya adalah seribu tahun tetapi tidak dapat dinafikan pula bahwa jaraknya lebih dari itu berlandaskan apa yang dikatakan Ibnu Abbas dengan menyertakan kata Islam dalam riwayat tersebut, yaitu bisa jadi ada jarak beberapa abad bahwa mereka tidak dalam keadaan Islam tetapi hadits Abu Umamah menandakan bahwa hanya terbatas pada 10 abad. Selain itu Ibnu Abbas menambahkan bahwa semuanya sudah memeluk Islam. Maka ini membantah perkataan ahli sejarah dan ahli kitab bahwa Qabil dan lainnya menyembah api. Dengan demikian, generasi sebelum Nuh berumur panjang. Allahu a’lam.



Kesimpulan
Sesungguhnya Kami, tatkala air telah naik (sampai ke gunung) Kami bawa (nenek moyang) kamu ke dalam bahtera, agar Kami jadikan peristiwa itu peringatan bagi kamu dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar. (QS.Al-Haqqah: 11-12). Kita sebagai umat Islam janganlah melanggar akan arahan dan suruhan Allah tetapi lakukan lah segala suruhan Allah kerana banyak manfaat dan mendapat pahala yang banyak .
 
Rujukan
  • https://muhandisun.wordpress.com/2013/01/20/kisah-nabi-nuh-alaihissalaam-sang-rasul-pertama/ 
  • https://www.youtube.com/watch?v=5yjNk5BOfXY
  • http://alvinarea.blogspot.my/2011/07/kisah-nabi-nuh-as.html
  • http://hermadut.blogspot.my/2012/08/lokasi-bahtera-nuh-setelah-banjir-besar.html